Semua tentang ibu, cuma
bisa menitikkan air mata ku.
Aku tahu ibu lelah, tapi
dia tak pernah menyerah.
Aku tahu hatinya perih,
tapi air mukanya tak sedikitpun sedih.
Sampai suaranya
tergetar, tapi semangat hidupnya selalu menggelegar.
Matanya berkaca-kaca,
tapi senyumnya bahagia.
Demi aku.
Aku yang bodoh dan tak
tahu malu.
Jauh dari pada cermin
ibu.
Aku bingung dan sedikit
linglung.
Kapan aku terakhir
mencium pipinya.
Kenapa tak kuselipkan
kata betapa aku menyayanginya.
Kapan aku bisa melepas
dahaga rinduku.
Kapan aku bisa membasuh
kakinya dengan tanganku.
Aku ingin kembali.
Aku ingin kembali.
Dalam pelukan ibu yang
mencintaiku tanpa basa basi.
Aku ingin kembali.
*untuk perempuan yang
mengajarkan dan mengingatkanku tentang arti kehidupan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar